T – Mobile Diretas, Apa Dampaknya?

T – Mobile Diretas, Apa Dampaknya?

Perusahaan telekomunikasi yang bermarkas di Jerman yakni T-Mobile mengkonfirmasi telah terjadi serangan siber yang canggih. Hal tersebut membuat lebih dari 40 juta data pelanggan T-Mobile bocor.

T-Mobile mengaku adanya serangan siber atau peretasan dan ada sekitar 48 juta orang mengalami dampaknya.

“Kami segera memulai penyelidikan menyeluruh atas klaim ini dan membawa pakar keamanan siber terkemuka dunia untuk membantu penilaian kami,” tulis pernyataan T – Mobile.

Penyelidikan awal mengkonfirmasi bahwa 7,8 juta pelanggan pascabayar T-Mobile saat ini terpengaruh, serta lebih dari 40 juta mantan atau calon pelanggan yang sebelumnya telah mengajukan kredit dengan T- Ponsel.

T-Mobile memastikan akan mengambil langkah sesegera mungkin untuk membantu melindungi semua pelanggannya yang mungkin berisiko dari serangan siber tersebut. T-Mobile mengatakan, hacker tersebut mencuri informasi data pribadi pelanggan.

Selain itu, T-Mobile mengkonfirmasi bahwa peretas telah memperoleh akses ke sistemnya pada hari Senin 16 Agustus. “Kami kemudian menemukan dan segera menutup jalur akses yang kami yakini digunakan untuk secara ilegal masuk ke server kami,” ungkap T-Mobile.

T-Mobile mengatakan bahwa saat ini tidak ada indikasi data seperti informasi kartu kredit atau debit pelanggan, terkandung dalam file yang diakses peretas. Mereka juga tidak yakin bahwa peretas mengakses nomor telepon, nomor akun, PIN, atau kata sandi apa pun.

Namun, dikatakan bahwa beberapa data yang diakses oleh peretas memang mencakup nama depan dan belakang pelanggan, tanggal lahir, nomor Jaminan Sosial, dan SIM / Informasi ID.

Selain itu, sekitar 850.000 nama pelanggan prabayar T-Mobile aktif, nomor telepon, dan PIN akun juga terungkap dalam serangan siber tersebut.

“Kami telah secara proaktif mengatur ulang semua PIN pada akun untuk membantu melindungi pelanggan, dan kami akan segera memberitahu yang sesuai. Tidak ada Metro by T-Mobile, mantan pelanggan prabayar Sprint, atau Boost nama atau PIN mereka yang terekspos,” tulis T-Mobile.

Raksasa seluler yang berbasis di Washington itu akan segera mengambil langkah-langkah untuk membantu melindungi semua individu yang mungkin berisiko dari serangan siber ini.

Beberapa pelanggan pascabayar T-Mobile yang terkena dampak akan diminta untuk mengubah PIN mereka. Mereka yang terkena dampak juga akan diberikan layanan perlindungan identitas gratis selama dua tahun dengan ID McAfee’s Theft Protection Service.

Serta perlindungan lain untuk membantu mengurangi kemungkinan peluang keberhasilan dari kejahatan yang dilakukan oleh mereka yang mencoba menggunakan data curian untuk tujuan jahat.

Dilansir Fuentitech, peretasan ini merupakan pukulan besar bagi T-Mobile. Dalam tiga tahun terakhir perusahaan ini telah menerima beberapa serangan serupa lainnya yang berdampak pada pelanggan.

Pelanggaran terbaru terungkap awal pekan ini ketika peretas ditemukan mencoba menjual data T-Mobile yang dicuri di forum gelap. Penjual mengklaim memiliki data milik 100 juta pelanggan T-Mobile.

Meski demikian temuan awal perusahaan menunjukkan bahwa pada serangan saat ini pelanggan yang terdampak lebih sedikit.

“Kami menjaga perlindungan Anda dengan sangat serius, memastikan bahwa kami bekerja dalam penyelidikan forensik ini 24 jam sehari, dan menjaga Anda dari terang serangan jahat ini,” kata T-Mobile.

“Kami memperlakukan perlindungan pelanggan kami dengan sangat serius dan kami akan terus bekerja sepanjang waktu dalam penyelidikan forensik ini untuk memastikan kami menjaga pelanggan kami sehubungan dengan serangan siber ini,” tulis pernyatan T-Mobile.

Peretas sebelumnya mencuri informasi pribadi dari 15 juta pelanggan T-Mobile dan pelanggan potensial di Amerika Serikat pada 2015. Belum ada indikasi bahwa mantan pelanggan T-Mobile Inggris telah terkena pelanggaran data.